Jelas mesin ini lebih baik daripada milik Confero, & Wuling Cortez segar terasa senang di kisaran menengah, sebab di kaki gunung tendangannya lazim saja dan ketika sudah di ronde atas, nafasnya tak sepanjang dengan kami kira. Bakal penggunaan pada kota sepertinya masih enak. Girboks AMT tetaplah girboks AMT. Pergantian giginya agak lambat sekutil, namun tidak separah dan sekasar Suzuki Ignis atau Suzuki Karimun Wagon R AGS yang pindah giginya amat lambat dan gelagapan. Kadang tak secepat girboks otomatis konvensional dan tak sehalus CVT, namun RPM jatuh ketika ganti gigi tidak terlalu parah. Kalau ingin perpindahan gigi dengan mendingan, menyerap saja ke mode Sport & bejek mesinnya, perpindahannya sosok jauh lebih mendingan daripada dalam mode Eco. Pengemudi Wuling Cortez tak akan merasakan apa-apa-apa daripada setirnya. Setirnya terasa mati & terlalu ringan tatkala diputar, tak ada agaknya serta feedback-nya amat minim. Bahkan ketika dipacu ke 80 km/jam, setir itu masih terlalu mudah.
Fungsi Roller Bearing
Fungsi Bearing Seater
4. Terus menyalakan trakel di rancangan gelindingan kemudian kunci menggunakan mur gelindingan. 5. Kemudian lepaslah poros gelindingan secara cara tarik trakel poros jentera. 6. Berikutnya kamu dapat melepas pengunci bearing roda dengan tips dalam gerinda terus dalam pecahkan. 7. Buat melepas bearing iyani caranya di pecahkan menggunakan palu. 1. Untuk berbuat perakitan bearing & terhubung secara pres tuk tersebut cara perakitan bearing menggunakan buluh-buluh besi jenjang kemudian di pukul menggunakan palu. 2. Dan kemudian untuk menggerakkan pengunci bearing roda caranya tentu aja dengan memasang bearing iyani memakai pembuluh besi distributor bearing & palu. 3. Kemudian ialah bersihkan housing daripada sealer serta perpak dengan menempel. 4. Berikutnya perpak dalam letakan menggunakan sealer pada housing. 6. Lalu di susul menggerakkan tromol & gelindingan. 7. & setelah tersebut mematok 4 mur buat pengikat jentera menggunakan kunci gelindingan terus mur dalam pepetkan. 8. Berikutnya turunkan mobil secara memakai supplier bearing dongkrak. 9. Nah terakhir tinggal di kencangkan mur ini datang gelindingan terkunci sempurna.Mohon ijin bertanya ukuran bearing Hub toko bearing perenggan rear Mavic ksyrium elite berapa ya ? Pak, terimakasih artikelnya benar2 informatif. Aku mau nanya bagaimana cara membedakann cassette serta freewheel di sepeda kita? Karena utk pemula taksiran sukar melihatnya. Kemudian apakah hub cassette itu dari sisi hambatan model gesek lebih kecil daripada freewheel konvensional? Freewheel banyak dipergunakan di dalam kereta angin lama dengan speed 5,6 ataupun 7; sedangkan freehub lebih banayak dipergunakan pada sepeda modern secara speed yang lebih banyak (7,8,9,10,11, & 12 speed). Sehingga memproduksi bentuk freehub lebih monjol ataupun gemuk ke sanding sebab menampung banyak sprocket dengan lebih jumlah. Dengan penampakan fisik, freehub cassette mempunyai bagian dengan bergerigi (spline) di sisi terluarnya. Namun freewheel lazimnya sesi terluarnya cuma diantaranya ring atau lingkaran, sesi bergeriginya terdapat lebih ke dalam. Dalam tulisan dalam kepada pula sudah aku tambahin foto kolektif animasinya pak biar lebih jelas. Secara hambatan model gesek tentu saja peti, tergantung komponen, pelumas tentu bearingnya. 135 mm, pas dipasang yang dibelakang ternyata tidak bisa dipasang dalam bengkel ternyata harus ukuran 142 mm. Betul om, mesti pakai hub adapter kendati panjangnya kompatibel, serta barangnya kadang susah dicari. Kalau hub 135nya baru beli, paling tenang ditukar aja om, daripada di dalam ngorbanin frame sepedanya. Tanya dalam bukalapak (sumber jalan jember) jual adaptor qr 135 ke 142 gan… Sorry om, sedikit paham maksudnya.. Om mau upgrade ke strummer MT039 membubuhkan adaptor qr 135 ke 142? Om saat ini membubuhkan hub lebar berapa? 4.0 berapa ya depan belakangnya,? Untuk Thrill Ravage 4.0, Lebar hub depan 100mm, belakang 135mm bro.. Rupawan sekali info yang disampaikan! Makasih bro.. Silahkan dalam share buat yang lain..